Kidung Interaktif Tembang Tradisional Bali Di Panggung Elektronik
Awal 1990-an terjadi perkembangan menarik dalam tradisi mabebasan, menembangan dan mengartikan baris demi baris puisi tradisional yang berbentuk geguritan, kidung, atau kekawin di Bali. Tradisi yang kini lebih populer dengan sebutan gita shanti itu tidak saja dilaksanakan untuk mengiring upacara adat di ‘panggung ritual’, tetapi juga muncul semarak sebagai hiburan di acara-acara radio dan televisi atau ‘panggung elektronik’.
Perkembangan di panggung elektronik yang ditayangkan secara interaktif, tidak saja menyemarakan kehidupan gita shanti di masyarakat, tetapi juga menunjukan bahwa kesenian tembang Bali ini bisa seiring sejalan dengan kemajuan teknologi dan modernisasi.
Buku ini menelusuri perkembangan gita shanti di panggung elektronik dalam tiga dekade terakhir, mulai dari munculnya di radio-radio hingga penayangan di dunia digital seperti Facebook dan Youtube. Kajian dijabarkan dengan argumentasi bahwa seni tembang tradisional Bali yang pernah dikhawatirkan akan punah ini ternyata berkembang terus di masyarakat, di media massa elektronik, serta belakangan di dunia digital. Buku Kidung Interaktif Tembang Tradisional Bali di Panggung Elektronik yang di Tulis oleh Prof. I Nyoman Darma Putra yang merupakan Guru Besar Ilmu Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Prof. Helen Creese adalah Profesor riset kehormatan di School of Languages and Cultures di University of Queensland, Brisbane Australia.
