Udayana Press Universitas Udayana
Unggul, Mandiri, Berbudaya
Transformasi Kuktural Rumah Susun dan Kota Kompak Masyarakat Urban di Bali

Transformasi Kuktural Rumah Susun dan Kota Kompak Masyarakat Urban di Bali

Penulis: Ngakan Putu Sueca
Metadata
ISBN (Cetak): 978-602-294-457-7

Rumah menjadi kebutuhan dasar umat manusia disamping kebutuhan dasar lainnya seperti sandang dan pangan. Di dalam rumah, manusia mengembangkan diri dan kebudayaan. Rumah memiliki beragam makna yang bervariasi menurut kebudayaan masyarakatnya. Setiap insan memiliki impian untuk memiliki rumah layak, akan tetapi tidak semua dapat mewujudkannya. Meskipun setiap elemen masayarakat, pemerintah, lembaga sosial telah berupaya, tetapi sekitar dua puluh persen masyarakat rtidak memiliki akses paa perumahan yang layak.

Kota telah menjadi tempat bermukim bagi lebih setengah penduduk dunia pada abad ini, dimana manusia telah menjadi makhluk kota atau homo urbanus. Kota telah menjadi mesin kehidupan yang memberi peluang bagi setiap orang untuk meningkatkan taraf hidupnya. akan tetapi kota juga memiliki dampak negatif yang harus dikendalikan. Masalah perkotaan sangatlah komplek dan tidak mudah untuk diurai. Konsep kota kompak diketengahkan sebagai alternatif berpikir untuk pengembangan kota berkelanjutan, meskipun konsep ini terus diperdebatkan. Namun demikian, pemikiran-pemikiran alternatif ini layak untuk di diskusikan.

Permukiman telah menjadi masalah akut. Kelangkaan lahan untuk pmukiman telah memaksa kita untuk intensifikasi penggunaan lahan, dan pembangunan ke arah veritikal adalah pilihan nyata. Disamping untuk memenuhi kesenjangan antara kebutuhan dan pengadaan, perumahan vertikal dianggap memberikan solusi kota secara komprehensif. Akan tetapi, tidaklah mudah untuk menyesuaikan diri hidup dalam tapak ke rumah vertikal, dan berbagai tanggapan serta tantangan harus dihadapi.

Transformasi kebudayaan Bali (budaya bermukim) sangat luar biasa sejak intensitas pembangunan dikumandangkan. Ini disebabkan antara lain oleh arus migrasi penduduk, budaya, dan informasi sehingga terjadi kontak budaya yang sangat intens. Banyak nilai-nilai lama ditinggalkan, digeser, digantikan, disempurnakan, atau dilengkapi dengan nilai-nilai baru. Namun demikian, mereka juga sangat ketat menjaga nilai-nilai utama dalam kebudayaan dan tradisinya sehingga taksunya tetap besinar. Menarik untuk memahami apa, bagaimana transformasi budaya bermukim masyarakat urban di Bali.

Siap copas
Ngakan Putu Sueca. Transformasi Kuktural Rumah Susun dan Kota Kompak Masyarakat Urban di Bali. Udayana Press Universitas Udayana.

Buku terkait